Program Cek Kesehatan Gratis Tangerang Terbaru terus diperluas Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan sepanjang 2026. Warga tidak harus menunggu momentum tertentu untuk memeriksakan kondisi tubuh karena layanan CKG tersedia secara gratis di seluruh puskesmas Kota Tangerang. Pemkot juga menjalankan sistem jemput bola dengan mendatangi sekolah, kantor, perusahaan, komunitas hingga lingkungan RT dan RW agar pemeriksaan semakin mudah dijangkau.
Perkembangan terbaru menunjukkan partisipasi masyarakat cukup tinggi. Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 747.455 warga Kota Tangerang telah mengikuti CKG. Pemkot menyebut capaian tersebut menjadi yang tertinggi di Provinsi Banten pada saat data diumumkan 10 Agustus 2026. Program ini diarahkan untuk mendeteksi lebih dini berbagai faktor risiko kesehatan sehingga masalah yang ditemukan dapat segera ditindaklanjuti melalui puskesmas.
Cek Kesehatan Gratis Tangerang Terbaru Masih Berjalan
Program CKG di Kota Tangerang masih aktif pada Agustus 2026. Selain pelayanan reguler di puskesmas, sejumlah kegiatan lapangan terus dilaksanakan. Pada 20 dan 21 Agustus, misalnya, Puskesmas Pasar Baru menjalankan CKG dan penjaringan kesehatan bagi pelajar di SDN Pasar Baru I dan SD Bethesda.
Artinya, warga tidak perlu menganggap CKG hanya sebagai program sesaat. Pemkot Tangerang menempatkan pemeriksaan tersebut sebagai bagian dari upaya deteksi dini kesehatan masyarakat. layanan pemeriksaan kesehatan gratis Tangerang juga terus dibawa lebih dekat ke masyarakat melalui kegiatan di luar gedung puskesmas.
CKG Tersedia di 39 Puskesmas Kota Tangerang
Dinas Kesehatan Kota Tangerang mencatat terdapat 39 puskesmas yang bergerak bersama menjalankan program CKG. Seluruh fasilitas tersebut menjadi ujung tombak pelayanan, baik untuk warga yang datang langsung maupun melalui kegiatan pemeriksaan di wilayah kerja masing-masing.
Pendekatan ini memudahkan masyarakat mencari fasilitas yang dekat dengan tempat tinggal. Puskesmas juga menggunakan hasil pemeriksaan untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan di wilayahnya sehingga tindakan pencegahan dan penanganan dapat lebih cepat dilakukan ketika ditemukan faktor risiko tertentu.
Tidak Perlu Menunggu Hari Ulang Tahun
Salah satu informasi penting bagi masyarakat adalah CKG di Kota Tangerang dapat dimanfaatkan tanpa harus menunggu hari ulang tahun. Dinkes Kota Tangerang secara eksplisit menyatakan warga dapat mengikuti pemeriksaan secara gratis di seluruh puskesmas.
Kebijakan tersebut membuat akses pemeriksaan menjadi lebih fleksibel. Masyarakat yang belum pernah mengikuti CKG dapat mendatangi puskesmas dan memperoleh informasi mengenai prosedur pelayanan sesuai kelompok usia serta jenis pemeriksaan yang dibutuhkan.
Pemeriksaan CKG Bukan Hanya Cek Tensi

Layanan yang tersedia juga cukup beragam. Dinkes Kota Tangerang menyebut pemeriksaan dapat mencakup tekanan darah, tinggi dan berat badan untuk melihat status gizi, gula darah, kolesterol, asam urat serta skrining berbagai penyakit berdasarkan kelompok usia.
Cek Kesehatan Gratis di puskesmas Tangerang juga dapat mencakup skrining kesehatan jiwa, pemeriksaan penglihatan, deteksi dini kanker pada perempuan dan skrining tuberkulosis. Jenis pemeriksaan yang diterima seseorang dapat berbeda karena disesuaikan dengan usia, indikasi dan faktor risiko masing-masing.
Hasil Pemeriksaan Bisa Ditindaklanjuti
CKG tidak berhenti setelah masyarakat mengetahui angka tekanan darah atau kadar gula. Apabila pemeriksaan menemukan faktor risiko maupun indikasi penyakit tertentu, warga dapat diarahkan mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan penanganan di puskesmas.
Hal tersebut menjadi bagian penting dari program karena tujuan utamanya adalah deteksi dini. Kondisi seperti hipertensi, diabetes, obesitas dan masalah gizi dapat ditemukan sebelum berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih berat.
Kota Tangerang Catat 747 Ribu Peserta CKG
Capaian program meningkat cukup cepat sepanjang pertengahan 2026. Hingga 26 Juni, Dinkes mencatat 658.292 warga telah mengikuti CKG atau sekitar 32,7 persen dari total penduduk Kota Tangerang menurut data pemerintah saat itu.
Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 747.455 peserta hingga 31 Juli 2026. Wali Kota Tangerang Sachrudin menyampaikan angka itu ketika menghadiri kegiatan CKG bersama Gubernur Banten Andra Soni di Kecamatan Karang Tengah pada 10 Agustus.
Capaian CKG Tangerang Tertinggi di Banten
Menurut Pemkot Tangerang, jumlah 747.455 peserta sampai akhir Juli sekaligus menempatkan Kota Tangerang sebagai daerah dengan peserta CKG terbanyak di Provinsi Banten pada saat data tersebut diumumkan. Gubernur Banten Andra Soni turut meninjau pelaksanaan layanan di Karang Tengah.
Capaian tersebut menunjukkan pemeriksaan gratis mulai dimanfaatkan masyarakat secara luas. Namun pemerintah masih terus mendorong warga yang belum mengikuti program agar datang memeriksakan kesehatan, terutama karena deteksi dini menjadi salah satu cara mengetahui faktor risiko sebelum muncul keluhan serius.
CKG Juga Digelar Langsung di Lingkungan Warga
Tidak semua kegiatan mengharuskan masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Puskesmas secara aktif melakukan pelayanan di lingkungan RT/RW, sekolah, perkantoran, perusahaan dan komunitas. Pola tersebut digunakan untuk menjangkau masyarakat yang mungkin mempunyai keterbatasan waktu atau akses menuju fasilitas kesehatan.
Contohnya, Puskesmas Cipadu pernah menggelar CKG di Masjid Jami Baitul Muta’aali, Kelurahan Cipadu Jaya. Pelayanan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, pemeriksaan gula darah sesuai indikasi, skrining faktor risiko penyakit tidak menular, konsultasi dan edukasi kesehatan.
Program SABARIUNG Bawa Layanan hingga Tingkat RW
Kota Tangerang juga mempunyai SABARIUNG atau Sarana BersamA untuk PemeRIksaan Kesehatan, Urun Rembug, dan Kunjungan Rumah. Program Dinkes ini dirancang untuk mendekatkan pelayanan langsung sampai lingkungan RW.
Melalui SABARIUNG, warga dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan dasar seperti tekanan darah dan gula darah serta deteksi dini penyakit. Konsepnya juga dilengkapi urun rembug sehingga masyarakat dapat berdiskusi mengenai persoalan kesehatan dengan tenaga kesehatan.
CKG Tangerang Juga Menjangkau Pelajar
Pelajar menjadi salah satu kelompok yang aktif dijangkau pada Agustus 2026. Puskesmas Pasar Baru, misalnya, menjalankan CKG bersamaan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah dan penjaringan kesehatan di sejumlah sekolah.
program CKG untuk warga Kota Tangerang dengan demikian mempunyai pendekatan berdasarkan kelompok sasaran. Pada anak sekolah, pemeriksaan dapat dikombinasikan dengan program kesehatan lain sehingga kondisi tumbuh kembang dan faktor risiko dapat diketahui lebih awal.
CKG Terintegrasi dengan Skrining TBC
Beberapa puskesmas juga mengintegrasikan CKG dengan penelusuran dan skrining tuberkulosis. Puskesmas Bugel menjalankan kegiatan tersebut di Kantor Kelurahan Pabuaran pada 10 Agustus dan Kelurahan Margasari pada 12 Agustus 2026.
Dalam kegiatan khusus tersebut, rangkaian pelayanan mencakup registrasi, edukasi TBC, skrining kesehatan serta pemeriksaan lanjutan sesuai indikasi dan kriteria. Integrasi seperti ini membantu puskesmas melakukan penemuan kasus secara lebih aktif di tengah masyarakat.
PMI Tangerang Juga Gelar Pemeriksaan Gratis
Selain program Pemkot melalui puskesmas, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis juga dilakukan PMI Kota Tangerang. Pada Agustus 2026, PMI mengadakan CKG di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta bekerja sama dengan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara.
Lebih dari 100 orang mengikuti kegiatan tersebut. Layanan yang diberikan kepada penumpang dan pekerja bandara meliputi pemeriksaan gula darah, kolesterol dan asam urat tanpa dipungut biaya. Kegiatan ini merupakan layanan tersendiri dari PMI dan perlu dibedakan dari program CKG reguler yang tersedia melalui 39 puskesmas.
Cara Mengikuti Cek Kesehatan Gratis Tangerang
Bagi warga Kota Tangerang yang ingin mengikuti program, pilihan paling mudah adalah mendatangi puskesmas terdekat dan menanyakan pelayanan CKG. Pemerintah telah menegaskan layanan tersedia di seluruh puskesmas dan warga tidak perlu menunggu hari ulang tahun.
Karena jenis pemeriksaan disesuaikan dengan usia dan kondisi peserta, sebaiknya warga mengikuti petunjuk petugas puskesmas mengenai tahapan pemeriksaan. Jadwal kegiatan jemput bola di lingkungan, sekolah atau komunitas dapat berbeda di setiap wilayah kerja puskesmas.
Program Cek Kesehatan Gratis Tangerang Terbaru masih terus berjalan dan tersedia melalui 39 puskesmas di Kota Tangerang. Hingga 31 Juli 2026, sebanyak 747.455 warga telah memanfaatkan program tersebut dan capaian Kota Tangerang disebut menjadi yang tertinggi di Banten pada saat diumumkan.
Layanannya tidak hanya berupa pemeriksaan tekanan darah, tetapi dapat mencakup status gizi, gula darah, kolesterol, asam urat, kesehatan jiwa, penglihatan, TBC dan sejumlah skrining berdasarkan usia. Warga juga tidak perlu menunggu ulang tahun untuk mengikuti CKG dan dapat mencari pelayanan melalui puskesmas terdekat.
FAQ
Apakah Cek Kesehatan Gratis di Kota Tangerang masih ada pada 2026?
Ya. Data terbaru menunjukkan program masih aktif sepanjang Agustus 2026, baik melalui puskesmas maupun kegiatan jemput bola di sekolah dan lingkungan masyarakat.
Di mana bisa mengikuti CKG Kota Tangerang?
Warga dapat memanfaatkan CKG di seluruh 39 puskesmas Kota Tangerang. Puskesmas juga melakukan pelayanan langsung ke sekolah, kantor, perusahaan, komunitas serta lingkungan RT/RW.
Apakah harus menunggu ulang tahun untuk ikut CKG?
Tidak. Dinkes Kota Tangerang menyatakan warga dapat mengikuti CKG gratis di seluruh puskesmas tanpa harus menunggu hari ulang tahun.
Apa saja yang diperiksa dalam CKG Tangerang?
Pemeriksaan dapat mencakup tekanan darah, tinggi dan berat badan, gula darah, kolesterol, asam urat, kesehatan jiwa, penglihatan, deteksi dini kanker perempuan serta skrining TBC, dengan jenis pemeriksaan disesuaikan kelompok usia dan indikasi.
Berapa warga Tangerang yang sudah mengikuti CKG?
Hingga 31 Juli 2026, Pemkot Tangerang mencatat 747.455 warga telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis.