Kondisi ketenagakerjaan menunjukkan perkembangan positif setelah Pengangguran Terbuka Kota Tangerang Turun dari 5,92 persen pada 2024 menjadi 5,88 persen pada 2025. Data tersebut menunjukkan adanya penurunan 0,04 poin persentase dalam satu tahun. Berdasarkan data ketenagakerjaan BPS Kota Tangerang, pada 2025 terdapat sekitar 977.976 orang dalam angkatan kerja. Dari jumlah tersebut, sekitar 920.455 orang berstatus bekerja dan 57.521 orang masuk kategori pengangguran terbuka.
Memasuki 2026, Pemerintah Kota Tangerang melanjutkan berbagai program untuk memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan. Program Gampang Kerja, job fair, Bursa Kerja Khusus atau BKK, Balai Latihan Kerja hingga On The Job Training menjadi beberapa instrumen yang dijalankan. Penurunan TPT memang belum berarti persoalan pengangguran selesai sepenuhnya, tetapi perkembangan tersebut memberikan gambaran mengenai arah pasar kerja Kota Tangerang sekaligus tantangan yang masih harus ditangani.
Pengangguran Terbuka Kota Tangerang Turun dari 5,92 Persen
Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT Kota Tangerang tercatat sebesar 5,88 persen pada 2025, turun dibandingkan 5,92 persen pada 2024. Angka 5,88 persen tersebut juga tercatat lebih rendah dibandingkan TPT Provinsi Banten yang mencapai 6,63 persen.
Secara jumlah, BPS Kota Tangerang mencatat terdapat 57.521 pengangguran terbuka pada 2025. Angka tersebut terdiri atas sekitar 37.091 laki-laki dan 20.430 perempuan. Sementara jumlah penduduk yang bekerja tercatat mencapai 920.455 orang.
Program Gampang Kerja Didorong Perluas Kesempatan Kerja
Salah satu program yang terus dijalankan pemerintah daerah adalah Gampang Kerja. Program tersebut dirancang untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi lowongan, pelatihan dan proses rekrutmen.
Penurunan tingkat pengangguran Kota Tangerang juga diikuti dengan berbagai program ketenagakerjaan yang dibuat lebih dekat dengan masyarakat. Pemerintah daerah menyelenggarakan job fair secara rutin serta mengembangkan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Pendekatan tersebut penting karena tantangan ketenagakerjaan bukan hanya mengenai jumlah lowongan. Kesesuaian keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan juga menentukan seberapa cepat seseorang dapat masuk ke pasar kerja.
Job Fair Jadi Salah Satu Pintu Masuk Dunia Kerja
Sepanjang 2025, pemerintah daerah mencatat sekitar 2.034 pencari kerja terserap melalui program job fair. Program tersebut dilanjutkan pada 2026 dengan penyelenggaraan bursa kerja yang melibatkan berbagai perusahaan.
Pada Job Fair Kota Tangerang yang berlangsung 24–25 Juni 2026, misalnya, sebanyak 55 perusahaan berpartisipasi dengan menawarkan 257 formasi jabatan. Total lowongan yang disediakan mencapai sekitar 15.000 posisi, terdiri dari 5.064 peluang kerja dalam negeri dan 9.936 peluang kerja luar negeri.
Sampai perkembangan terbaru yang diumumkan pemerintah daerah pada akhir September 2026, job fair sepanjang tahun ini disebut telah menyerap 864 warga Kota Tangerang dari 4.219 pelamar. Angka tersebut memperlihatkan bahwa penyediaan lowongan perlu tetap diikuti peningkatan kompetensi agar semakin banyak pencari kerja memenuhi kebutuhan perusahaan.
Bursa Kerja Khusus Salurkan Ribuan Pencari Kerja
Selain job fair, keberadaan Bursa Kerja Khusus di sekolah kejuruan menjadi bagian penting dari strategi ketenagakerjaan. Sepanjang 2025, sebanyak 116 BKK tercatat menyalurkan sekitar 6.206 pencari kerja ke dunia kerja profesional.
Keberadaan BKK mempunyai posisi strategis karena dapat menjembatani lulusan pendidikan kejuruan dengan perusahaan. Lulusan tidak harus memulai pencarian pekerjaan tanpa informasi, sebab sekolah dapat membantu memberikan akses terhadap rekrutmen maupun kebutuhan kompetensi industri.
Program penyerapan tenaga kerja Tangerang seperti ini juga penting untuk mengurangi jarak antara keterampilan yang dipelajari di sekolah dan kemampuan yang benar-benar dibutuhkan perusahaan.
Pelatihan Kerja Terus Dikembangkan pada 2026

Pemerintah Kota Tangerang juga memanfaatkan Balai Latihan Kerja sebagai salah satu instrumen meningkatkan kualitas tenaga kerja. Sepanjang tahun sebelumnya, program BLK tercatat menyelenggarakan 64 kegiatan pelatihan dengan jumlah lulusan sekitar 1.021 orang.
Jenis pelatihannya cukup beragam, mulai dari desain grafis, operator komputer, tata boga, tune up sepeda motor, housekeeping sampai instalasi listrik. Pada 2026, pengembangan kompetensi juga mulai diarahkan ke sektor teknologi melalui rencana pelatihan Artificial Intelligence dan chatbot yang dilengkapi dukungan sertifikasi kompetensi.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa penurunan pengangguran tidak cukup hanya dilakukan dengan memperbanyak informasi lowongan. Pencari kerja juga harus mempunyai kompetensi yang relevan dengan perubahan kebutuhan perusahaan.
Target Kesempatan Kerja Kota Tangerang pada 2026
Pemerintah Kota Tangerang menetapkan sektor ketenagakerjaan sebagai salah satu prioritas pembangunan 2026. Salah satu targetnya adalah menyediakan sekitar 20 ribu lowongan pekerjaan melalui berbagai program Gampang Kerja.
Selain itu, lima Balai Latihan Kerja yang telah dibangun akan dimaksimalkan dengan target program-program ketenagakerjaan dapat menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja. Target tersebut menjadi kelanjutan dari upaya menekan TPT setelah angka 2025 berada pada 5,88 persen.
Namun, target program dan realisasi statistik perlu dibedakan. Angka TPT 5,88 persen merupakan data kondisi ketenagakerjaan 2025, sedangkan target dan penyerapan program selama 2026 menggambarkan intervensi yang sedang berjalan. Perubahan TPT berikutnya tetap perlu menunggu hasil statistik resmi periode selanjutnya.
Penurunan Pengangguran Tetap Punya Tantangan
Walaupun Pengangguran Terbuka Kota Tangerang Turun, jumlah sekitar 57 ribu pengangguran terbuka pada data 2025 menunjukkan tantangan ketenagakerjaan masih cukup besar. Pemerintah, perusahaan, lembaga pendidikan dan pencari kerja mempunyai peran berbeda untuk mempertahankan tren perbaikan.
Pertumbuhan lapangan kerja perlu berjalan bersama peningkatan kompetensi. Kota Tangerang mempunyai basis industri, perdagangan dan jasa yang cukup kuat sehingga perubahan teknologi serta kebutuhan perusahaan dapat memengaruhi jenis tenaga kerja yang dicari.
Karena itu, pelatihan tidak hanya berorientasi pada keterampilan yang populer saat ini. Kemampuan digital, komunikasi, sertifikasi profesi, keterampilan teknis dan kemampuan beradaptasi juga semakin penting untuk meningkatkan daya saing pencari kerja.
Dampak Penyerapan Tenaga Kerja bagi Masyarakat
Turunnya tingkat pengangguran mempunyai arti lebih luas daripada sekadar perubahan angka statistik. Ketika masyarakat memperoleh pekerjaan, pendapatan rumah tangga berpotensi meningkat dan kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi lebih baik.
Penyerapan tenaga kerja juga dapat mendukung aktivitas ekonomi lokal. Pendapatan pekerja akan kembali berputar melalui konsumsi barang, transportasi, makanan, perumahan dan berbagai kebutuhan lainnya. Efek tersebut dapat membantu menjaga aktivitas usaha di tingkat daerah.
Meski demikian, kualitas pekerjaan tetap penting diperhatikan. Pekerjaan yang berkelanjutan, mempunyai perlindungan tenaga kerja dan sesuai dengan kompetensi akan memberikan dampak ekonomi yang lebih kuat dibandingkan penyerapan tenaga kerja yang hanya bersifat sementara.
Pengangguran Terbuka Kota Tangerang Turun dari 5,92 persen pada 2024 menjadi 5,88 persen pada 2025. BPS mencatat sekitar 977.976 orang masuk angkatan kerja pada 2025, dengan 920.455 orang bekerja dan 57.521 orang berada dalam kategori pengangguran terbuka.
Sepanjang 2026, upaya menekan pengangguran dilanjutkan melalui Gampang Kerja, job fair, Bursa Kerja Khusus, Balai Latihan Kerja dan On The Job Training. Pemerintah daerah juga menargetkan penyediaan sekitar 20 ribu lowongan pekerjaan. Keberhasilan selanjutnya tidak hanya bergantung pada banyaknya lowongan, tetapi juga kemampuan meningkatkan keterampilan pencari kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berubah.
FAQ
Berapa Tingkat Pengangguran Terbuka Kota Tangerang terbaru?
Data 2025 mencatat TPT Kota Tangerang sebesar 5,88 persen.
Apakah pengangguran Kota Tangerang mengalami penurunan?
Ya. TPT turun dari 5,92 persen pada 2024 menjadi 5,88 persen pada 2025.
Berapa jumlah pengangguran terbuka di Kota Tangerang?
Berdasarkan data ketenagakerjaan 2025, jumlahnya sekitar 57.521 orang.
Berapa jumlah penduduk Kota Tangerang yang bekerja?
Pada 2025 tercatat sekitar 920.455 penduduk berstatus bekerja.
Apa itu program Gampang Kerja?
Gampang Kerja merupakan program Pemerintah Kota Tangerang yang mencakup berbagai upaya memperluas akses pekerjaan, termasuk job fair, pelatihan serta penguatan hubungan pencari kerja dengan perusahaan.
Berapa pencari kerja yang disalurkan melalui BKK pada 2025?
Pemerintah Kota Tangerang mencatat sekitar 6.206 pencari kerja berhasil disalurkan melalui 116 Bursa Kerja Khusus sepanjang 2025.
Apakah angka pengangguran 2026 sudah tersedia?
Angka TPT 5,88 persen yang digunakan dalam perkembangan terbaru merupakan data 2025. Program ketenagakerjaan 2026 masih berjalan, sehingga angka TPT periode berikutnya perlu mengacu pada rilis statistik resmi terbaru.